...Belajar dari Abraham

by - 2:18:00 PM

Apakah Anda pernah mengalami pemisahan? Dipisahkan dari seseorang yang sangat Anda cintai? Dipisahkan dari sesuatu yang menjadi andalan dan harapan Anda selama ini?
Abraham telah melalui proses pemisahan-pemisahan dalam hidupnya. Ia mengalami rasa sakit dan terluka yang amat dalam. Tetapi justru melalui pemisahan-pemisahan itu, Allah membawa Abraham naik ke level yang lebih tinggi untuk mendapat “berkat yang lebih besar.
Ada beberapa proses pemisahan yang dialami Abraham dalam hidupnya sehingga menjadikan dia  seorang “manusia Allah.”
Pertama, Abraham dipisahkan dari Terah, bapanya (Kisah 7:1-3)
Abraham telah menyalahi perintah Tuhan. Allah berfirman kepada Abraham,”Engkau harus pergi sendiri.” Tetapi nyatanya Terah yang membawanya pergi keluar dari Ur-Kasdim, negerinya itu. (Kejadian 11:31-32)
Terah berarti delay atau penundaan. Allah harus memisahkan Abraham dari Terah, karena selama ini Abraham menganggap Terah sebagai tempat menaruh harapan dan ‘sumber dari hidupnya.’ Allah ingin Abraham dapat belajar bergantung hanya kepada Dia dan melihat Allah sebagai “Sumber Kehidupannya.”
Memang dipisah dari seseorang atau sesuatu yang selama ini menjadi andalan dan sumber dari hidup kita adalah sulit dan berat. Saat ini mungkin Anda kehilangan pekerjaan atau bisnis yang menjadi andalan Anda atau kehilangan seseorang yang telah menopang dan mendukung Anda. Setiap proses pemisahan selalu diikuti dengan berkat dan kemurahan Allah apabila Anda tidak menjadi kecewa dan mundur melainkan  Anda tetap beribadah dan melayani Dia.
Kedua, Abraham harus dipisahkan dari Lot, keponakannya (Kejadian 13:1-11)
Nama Lot artinya Veil atau selubung, sesuatu yang menghalangi atau menutupi pandangan sehingga gagal melihat kenyataan yang sebenarnya.
Abraham harus dipisah dari Lot agar Abraham mampu melihat perkara-perkara rohani yang mulia dan berharga. Allah ingin mengajar Abraham bahwa perkara-perkara jasmani dan materi selalu ditopang oleh perkara-perkara rohani.
Saat Anda diperlakukan tidak adil, belajarlah lewat kisah Abraham. Tuhan memang izinkan proses pemisahan supaya kita tidak selalu menggunakan kekuatan sendiri melalui apa yang dapat dilihat mata atau didengar telinga yang nampaknya baik dan menguntungkan. Tuhan mau mengajar kita melihat dengan mata hati yang terang untuk melihat janji Allah dalam hidup ini.
Ketiga, Abraham dipisahkan dari Hagar dan Ismail (Kejadian 21:8-12)
Pesan melalui pemisahan Abraham dengan Hagar dan Ismail adalah apabila kita merelakan kekuatan diri kita dipotong bahkan diremukkan-Nya janganlah menjadi kecewa, Dia menjamin akan memelihara dan memberkati hidup kita.
Keempat, Abraham dipisahkan dari Ishak, anaknya (Kejadian 22:1-2)
Allah mengerti bahwa Abraham sangat mencintai Ishak, anaknya yang tunggal itu. Pernahkah Anda mengalami hal yang sama? Tuhan yang telah memberikan perasaan khusus lalu Tuhan sendiri memerintahkan untuk menghapus perasaan itu demi Dia, ini sesuatu yang paling  berat karena menyangkut pribadi yang telah melekat di hati kita.
Hal ini mengajar kita bagaimana rasanya jatuh cinta dan melekatkan hati kita kepada Tuhan. Tuhan ingin menjadi yang utama dan segalanya dalam hidup kita. Tidak boleh ada seseorang atau sesuatu yang lain kecuali Dia saja.
“Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau yang tidak kuatir dalam tahun kering dan yang tidak berhenti menghasilkan buahnya.” (Yeremia 17:7-8)

Source: hmministry

You May Also Like

0 komentar

Note: Only a member of this blog may post a comment.