Kisah Seekor Ulat

Wednesday, October 27, 2010

Kisah Seekor Ulat



Dikisahkan, ada seekor ulat kecil sejak lahir menetap di daerah yang
tidak cukup air sehingga sepanjang hidupnya dia selalu kekurangan
makanan. Di dalam hati kecilnya ada keinginan untuk pindah dari rumah lamanya demi mencari kehidupan dan lingkungan yang baru. Tetapi, dari hari ke hari dia tidak juga memiliki keberanian untuk melaksanakan niatnya.

Hingga suatu hari, karena kondisi alam yang semakin tidak
bersahabat, si ulat terpaksa membulatkan tekad memberanikan diri
keluar dari rumahnya, mulai merayap ke depan tanpa berpaling lagi ke belakang.

Setelah berjalan agak jauh, dia mulai merasa bimbang. Katanya dalam hati, "Jika aku sekarang berbalik kembali ke rumah lama rasanya masih keburu, mumpung aku belum berjalan terlalu jauh. Karena kalau aku berjalan lebih jauh lagi, jangan-jangan jalan pulang pun takkan kutemukan lagi. Mungkin akhirnya aku tersesat dan... entah bagaimana nasibku nanti!"

Ketika Si Ulat sedang maju mundur penuh kebimbangan dan pertimbangan, tiba-tiba ada sebuah suara menyapa di dekatnya, "Halo ulat kecil! Apa kabar? Aku adalah Kepik. Senang sekali melihatmu keluar dari rumah lamamu. Aku tahu, engkau tentu bosan kekurangan makan karena musim dan cuara yang tidak baik terus menerus. Kepergianmu tentu untuk mencari kehidupan yang lebih baik, kan?"

Si Ulat pun bertanya kepada Si Kepik yang sok tahu, "Benar Kepik. Aku memutuskan pergi dari sarangku untuk kehidupan yang lebih baik.Apakah engkau tahu, apa yang ada di depan sana?" "Oh...Aku tahu,jalan ke depan yang akan kau lalui, walaupun tidak terlalu jauh
tetapi terjal dan berliku. Dan lebih jauh di sana ada sebuah gua yang
gelap yang harus kau lalui. Tetapi, setelah kamu mampu melewati
kegelapan, aku beritahu, di pintu gua sebelah sana terbentang sebuah tempat yang terang, indah, dan sangat subur. Kamu pasti menyukainya.

Di sana kau pasti bisa hidup dengan baik seperti yang kamu inginkan," Si Kepik dengan bersemangat memberi dorongan kepada Si Ulat yang tampak ragu dan ketakutan.

"Kepik, apakah tidak ada jalan pintas untuk sampai ke sana?" Tanya
Ulat.

"Tidak sobat. Jika kamu ingin hidup lebih baik dari hari ini, kamu
harus melewati semua tantangan itu. Nasehatku, tetaplah berjalan
langkah demi langkah, fokuskan pada tujuanmu dan tetaplah berjalan.
Percayalah, kamu akan tiba di sana dengan selamat. Selamat jalan dan
selamat berjuang sobat!" sambil berteriak penuh semangat, Si Kepik
pun meninggalkan ulat.

Sahabatku yang terkasih,

Memang benar... kemenangan, kesuksesan, adalah milik mereka yang secara sadar, tahu apa yang menjadi keinginannya, sekaligus siap menghadapi rintangan apa pun yang menghadang, serta mau
memperjuangkannya habis-habisan melalui cara-cara yang benar sampai mencapai tujuan akhir, yaitu kesuksesan.

Pengertian sukses secara sederhana demikian ini telah di praktekkan
oleh manusia sukses berabad-abad lampau sampai saat ini sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Maka ...untuk meraih kesuksesan yang maksimal, kita tidak memerlukan
teori-teori kosong yang rumit. Cukup tahu akan nilai yang akan
dicapai dan take action! Ambil tindakan!

Be blessed!

0 komentar :

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.