..Karet Gelang

by - 10:13:00 PM

Suatu kali saya membutuhkan satu karet gelang. Shampo yang saya bawa tutupnya sudah lepas, lalu saya bungkus lagi dengan plastik dan diikat dengan karet gelang. Kalau tidak, bisa kacau, isinya bisa tumpah dan mengotori isi tas. Tetapi saya tidak menemukan satupun karet gelang. Di lemari tidak ada, di gantungan, di kolong meja juga tidak ada. Saya jadi bingung. Apa saya tidak usah bawa shampo, nanti beli saja di jalan? Tapi mana sempat, waktunya mendesak, sudah ditunggu yang menjemput lagi. Akhirnya saya mencoba dengan tali kasur. Tapi tidak bisa. Diikat dengan kantung plastik tidak bisa juga. Waduh, karet gelang yang biasanya saya buang-buang sekarang membuat saya bingung. Benda kecil yang sekilas tidak ada artinya tiba-tiba menjadi begitu penting.

Dari kisah ini saya menjadi teringat pada seorang teman waktu di Yogyakarta dulu. Dia tidak menonjol apalagi berpengaruh. Sungguh dia sangat biasa-biasa saja. Dia hanya bisa mendengarkan saat kami berdiskusi. Dia hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Itupun kadang-kadang salah. Kemampuan dia memang sangat terbatas. Tetapi dia sangat senang membantu orang lain. Entah menemani pergi, membelikan sesuatu atau mengeposkan surat. Pokoknya apa saja asalkan membantu orang lain. Ia akan mengerjakan dengan senang hati. Itulah sebabnya kalau dia tidak ada, kami teman-temannya suka kebingungan juga. Pernah suatu kali ada acara yang sudah kami persiapkan gagal karena dia tiba-tiba harus pulang kampung untuk suatu urusan.

Hikmat dan kebijaksanaan apa yang bisa kita pelajari. Di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang begitu kecilnya, sehingga sama sekali tidak berarti. Ada yang sehari-hari dibuangpun seperti karet gelang pada saatnya bisa menjadi begitu penting dan merepotkan. Mau bukti lain? Tanyakanlah pada setiap pendaki gunung. Apa yang paling merepotkan saat mereka mendaki tebing yang curam. Bukan teriknya matahari, bukan beratnya perbekalan, tapi kerikil-kerikil kecil yang masuk kedalam sepatu. Karena itu jangan pernah meremehkan apapun. Lebih-lebih meremehkan diri sendiri. Bangga dengan diri sendiri tidak salah. Salah kalau kita menjadi sombong lalu meremehkan orang lain.

Bersyukurlah dengan diri sendiri, apapun kemampuan saudara, siapapun saudara pasti ada peran yang bisa kita lakukan dalam dunia ini. Setiap manusia dilahirkan pasti ada sebuah tujuan dan peran. Yang akan kita perankan dalam hidup ini. Justru kalau orang atau diri kita sendiri tidak sempurna maka kita memerlukan orang lain. Sebaliknya karena tidak ada orang lain yang sempurna maka kita pun pasti dibutuhkan oleh orang lain. Jalankan peran itu dan lakukan dengan senang hati. Maka engkau akan menemukan peranmu. Peran itu bisa semakin lama semakin besar dengan semakin banyak yang engkau lakukan. Lakukan saja apa yang ada di tanganmu saat ini dengan senang hati.

Source: Facebook.com

You May Also Like

0 komentar

Note: Only a member of this blog may post a comment.