Welcome to My Personal Blog

Hope you have a great time!.

Never Stop Dreaming!

All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them ~Walt Disney.

Happiness is a Choice

Happiness isn't getting all you want, it's enjoying all you have!

 photo Untitled-1_zps68b10778.jpg

Second Home, Date Kepa Duri 3

Friendship not measured by how long you spend time together, but how far you walk together.

Do The Best, God do the Rest!

Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life.

Friendship Forever!

...Best friend don't have to be the ones you spend the most time with, just the ones you have the greatest memories with...

Peduli Bangsa Event featuring Koko Cici Jakarta

Your life is like a puzzle, and only God knows what the end result will look like. Let Him put the pieces together

Have Faith!

As long as you have God, you're always bigger than your problems, better than your past, and stronger than your pain

Don't Stop Believing!

Just because you can't see the air doesn't mean you stop breathing. And just because you can't see God doesn't mean you stop believing

Keep Smiling!

Keep smiling because life's a beautiful thing and there's so much to smile about.

Family Potrait!

Family is not an important thing. It's everything ~ Michael J. Fox .

JUZZON Productions

“A Wedding is Personal. Visit: www.juzzon-productions.com” .

Label:

Pelajaran dari Katak Hijau

Dahulu kala di sebuah kolam yang luas tinggalah seekor anak katak hijau dan ibunya. Anak katak tersebut sangat nakal dan tidak pernah mengindahkan kata-kata ibunya. Jika ibunya menyuruhnya ke gunung, dia akan pergi ke laut. Jika ibunya menyuruhnya pergi ke timur, dia akan pergi ke barat. Pokoknya apapun yang diperintahkan ibunya, dia akan melakukan yang sebaliknya.

“Apa yang harus kulalukan pada anak ini” pikir ibu katak. “Kenapa dia tidak seperti anak-anak katak lain yang selalu menuruti kata orang tua mereka.”

Suatu hari si ibu berkata, “Nak, jangan pergi keluar rumah karena di luar sedang hujan deras. Nanti kau hanyut terbawa arus.”

Belum selesai ibunya berbicara, anak katak tersebut sudah melompat keluar sambil tertawa gembira,”Hore banjir..! Aku akan bermain sepuasnya..!”

Setiap hari ibu katak menasehati anaknya namun kelakuan anak katak itu bahkan semakin nakal saja. Hal itu membuat ibu katak murung dan sedih sehingga dia pun jatuh sakit. Semakin hari sakitnya semakin parah.

Suatu hari ketika dia merasa tubuhnya semakin lemah, ibu katak memanggil anaknya,”Anakku, kurasa hidupku tidak akan lama lagi. Jika aku mati, jangan kuburkan aku di atas gunung, kuburkanlah aku di tepi sungai.”

Ibu katak sebenarnya ingin dikubur di atas gunung, namun karena anaknya selalu melakukan yang sebaliknya, maka dia pun berpesan yang sebaliknya.

Akhirnya ibu katak pun meninggal. Anak katak itu menangis dan menangis menyesali kelakuannya, “Ibuku yang malang. Kenapa aku tidak pernah mau mendengarkan kata-katanya. Sekarang dia telah tiada, aku sudah membunuhnya..!”

Anak katak tersebut lalu teringat pesan terakhir ibunya. “Aku selalu melakukan apapun yang dilarang ibuku. Sekarang untuk menebus kesalahanku, aku akan melakukan apa yang dipesan oleh ibu dengan sebaik-baiknya.”

Maka anak katak itu menguburkan ibunya di tepi sungai.

Beberapa minggu kemudian hujan turun dengan lebatnya, sehingga air sungai di mana anak katak itu menguburkan ibunya meluap. Si anak katak begitu khawatir kuburan ibunya akan tersapu oleh air sungai. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sungai dan mengawasinya.

Di tengah hujan yang lebat dia menangis dan menangis. “Kwong-kwong-kwong. Wahai sungai jangan bawa ibuku pergi..!”

Dan anak katak hijau itu akan selalu pergi ke sungai dan menagis setiap hujan datang. Sejak itulah kenapa sampai saat ini kita selalu mendengar katak hijau menangis setiap hujan turun.

Note :

Hormatilah orangtua mu, jangan membangkang kepada mereka.

Terkadang kita sering menyepelekan hal yang berharga bagi kita sampai hal itu hilang dan tidak bisa kembali, akibatnya muncul penyesalan dikemudian hari.

0 komentar
Label:

Sandal Jepit yang Terhormat.......

Di sebuah toko sepatu di kawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota, nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia nampak angkuh dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua semakin menambah kemolekan yang dimilikinya.

Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu. “Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik”, sergah sang sepatu dengan nada congkak.

Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan. “Apa menariknya menjadi sandal jepit ?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu”, ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.

Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata “Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya di tempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya”. Sandal jepit berhenti berbicara sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya.

“Tetapi sepatu yang terhormat, kamu hanya menemaninya di didalam kesemuan, pergi ke kantor maupun ke undangan-undangan pesta untuk sekedar sebuah kebanggaan. Kamu hanya dipakai sesekali saja. Bedakan dengan aku. Aku siap menemani kemana saja pemakaiku pergi, bahkan aku sangat loyal meski dipakai ke toilet ataupun kamar mandi. Aku memunculkan kerinduan bagi pemakaiku. Setelah dia seharian dalam cengkeraman keindahanmu, maka manusia akan segera merindukanku. Karena apa wahai sepatu?. Karena aku memunculkan kenyamanan dan kelonggaran. Aku tidak membutuhkan perhatian dan perawatan yang spesial. Dalam kamus kehidupanku, jika kita ingin membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya”, Sandal jepit berkata dengan antusias dan membiarkan sang sepatu terpana.

“Sepatu ! Sahabatku yang terhormat, untuk apa kehebatan kalau sekedar untuk dipamerkan dan menimbulkan efek ketakutan untuk kehilangan. Untuk apa kepandaian dikeluarkan hanya untuk sekedar mendapatkan kekaguman.” Sepatu mulai tersihir oleh ucapan sandal jepit. “Tapi bukankah menyenangkan jika kita dikagumi banyak orang”, jawab sepatu mencoba mencari pembenar atas posisinya.

Sandal jepit tersenyum dengan bijak “Sahabatku! ditengah kekaguman sesungguhnya kita sedang menciptakan tembok pembeda yang tebal, semakin kita ingin dikagumi maka sesungguhnya kita sedang membangun temboknya”

Dari pintu toko nampak sang pramuniaga tergesa-gesa mengambil sandal jepit karena ingin bersegera beribadah. Sambil tersenyum bahagia sandal jepit berbisik kepada sang sepatu “Lihat sahabatku, bahkan untuk berbuat kebaikanpun manusia mengajakku dan meninggalkanmu”

Sepatu menatap kepergian sandal jepit ke tempat ibadah dengan penuh kekaguman seraya berbisik perlahan “Terima kasih, engkau telah memberikan pelajaran yang berharga sahabatku, sandal jepit yang terhormat”. 
 Source: Facebook

0 komentar
Label: ,

It's All About JPCC

Pada Mulanya

Dimulai pada tahun 1996 sebagai persekutuan doa dengan anggota 10 orang, komunitas ini terus bertambah di dalam jumlah dan kualitas. Manifestasi dari Roh Kudus sangat terasa pada setiap pertemuan ini, dimana tercipta rasa haus dan lapar akan Tuhan. Pergerakan komunitas ini lalu menjadi pertamuan 2 kali seminggu dan dinamakan Jakarta Praise Center-Youth Ministry pada bulan Maret 1996.
Pada tahun 1997, Tuhan juga menambahkan pada pergerakan ini sejumlah penyanyi, musisi, maupun pencipta lagu yang memiliki talenta dan karunia yang luar biasa. Bersama mereka mampu menghasilkan album penyembahan yang berjudul “Penyembah yang Benar”, dimana judul itupun diangkat menjadi nama bagi tim Praise and Worship dengan terjemahan bahasa Inggrisnya yakni “True Worshippers”. Pada saat ini True Worshippers telah menjadi berkat yang luar biasa bagi Bangsa Indonesia dan juga banyak bangsa lain di dunia.
Melihat kebutuhan akan gereja kontemporer yang aktif melayani anak muda, sebuah gereja baru akhirnya lahir pada tanggal 4 July, 1999 dengan nama Jakarta Praise Community Church.
Jakarta Praise Community Church (JPCC) bukanlah tentang perseorangan atau kisah satu orang yang membangun gereja, ini adalah hasil dari kegigihan dan kemauan kuat dari beberapa orang percaya yang terpanggil untuk melakukan hal-hal extra mile dalam menghidupi firman Tuhan. Mereka tidak mau terbatasi dalam suatu lingkaran ‘biasa-biasa saja’ dan mereka mengejar untuk menjadi ‘yang luar biasa atau extraordinary’. Mereka pun menjadi panutan.
Dengan hati hamba, para anak muda ini berusaha mengesampingkan kepentingan mereka dan memprioritaskan untuk melayani orang lain. Ini semua tentang memberi sebuah contoh, sehingga dunia bisa melihat Tuhan hidup di dalam mereka. Hal luar biasa tentang komunitas ini adalah para pemimpinnya yang mau dan tertantang untuk mencapai hasil terbaik. Suatu spirit mereka miliki untuk mencapai yang terbaik dan tidak pernah mau puas dengan hanya seadanya. Semangat inilah yang mereka tanamkan diantara mereka dan para pengikut Kristus yang ada bersama mereka, sehingga mereka bersama-sama mampu menjadi pencetak sejarah. “Kita tidak mampu berjalan sendirian, kita harus berjalan bersama. Sebuah kemajuan adalah ketika kita semua berjalan bersama dan naik ke level berikutnya. Setiap langkah maju membuat kita semakin dekat dengan kesuksesan.”
Dengan visi ini, mereka bekerja sama dengan antusias, dimana setiap anggota dengan berbagai talenta berbeda yang ada di mereka dan segala kemampuan mereka berusah membantu untuk mencapai visi yang ada pada mereka demi memberkati generasi selanjutnya. Generasi bintang yang hidup dan berjalan bersama Allah yang Hebat dan Luar Biasa, demi membawa sebuah dampak bagi bangsa-bangsa. Sebuah generasi yang relevan.
Sebuah generasi yang mengenal jelas Penciptanya, yang mencari dan mencintaiNya dengan segenap hati. Dimana generasi ini akan hidup dan berjalan dalam kebenaran, demi menjadi berkat bagi komunitas mereka, bagi Indonesia dan bagi bangsa-bangsa.

Apa Yang Kami Percaya

The Vision

Membangun sebuah generasi penyembah yang benar yang memiliki pengetahuan akan firman, Doa, dan pujian serta penyembahan, sebagai gereja Tuhan di Indonesia untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

The Mission

Menyebarkan kabar baik tentang keselamatan dan pengampunan atas dosa. Menjadi saksi Kristus. Menyampaikan nilai-nilai daripada Kerajaan Allah.

The Value

Pujian dan Penyembahan sebagai gaya hidup
Kemerdekaan dan kebebasan di dalam hadirat Tuhan
Bergerak di dalam kekuatan dan pengurapan atas Roh Kudus
Melayani di dalam kebenaran, kedamaian dan sukacita di dalam Roh Kudus
Selalu memberikan yang terbaik
Sesuai zaman namun tanpa kompromi
Antusias, optimis dan selalu berpikiran positif
Kreatif luar biasa.
Brotherly love as one family.

The Statement

Kami melihat Gereja sebagai satu keluarga dimana para pemimpin dan anggota keluarga ini hidup di dalam iman, terang, kebenaran, dan kekudusan; mereka juga hidup di dalam suatu kebersamaan sebagai refleksi dari hubungan mereka dengan Tuhan Yesus Kristus.
Sebagai tempat dimana hidup kami terus menerus diperbaharui di dalam kasih dan di dalam kuasa Roh Kudus, sehingga bertumbuh dan bertambah matang di dalam pengetahuan akan Yesus Kristus.
Sebagai anggota dari Tubuh Kristus secara global, yang menjawab panggilan dan tugas spesifik untuk mendeklarasikan kasih dan kuasa Tuhan dan menjadi jawaban bagi generasi ini.

Ibadah

Sunday Service

UpperRoom - Lantai 12 - Annex Building, Wisma Nusantara
Setiap hari Minggu - Kebaktian ke-1: 7.30 WIB, Kebaktian ke-2: 10.00 WIB, Kebaktian ke-3: 12.30 WIB, Kebaktian ke-4: 15.30 WIB
Ibadah ini diperuntukkan bagi umum. Sekolah Minggu tersedia bagi setiap grup umur anak pada ketiga kebaktian ini. Orang tua sangat disarankan untuk membawa anak mereka ke Sekolah Minggu. Biasanya kebaktian kedua adalah yang paling ramai, jika anda baru pertama kali ke JPCC, anda disarankan untuk pergi ke dua kebaktian lainnya untuk mendapatkan suasana yang lebih nyaman.

Sekolah Minggu (JPCC Kids)

UpperRoom - Lantai 12 - Annex Building, Wisma Nusantara
Setiap hari Minggu - Kebaktian ke-1: 7.30 WIB, Kebaktian ke-2: 10.00 WIB, Kebaktian ke-3: 12.30 WIB
*untuk anak-anak usia 0-10 tahun
Kebaktian ke-5: 17:30 WIB *hanya untuk anak-anak usia 0-3 tahun
Sekolah Minggu (JPCC Kids) adalah bagian yang luar biasa dari rangkaian kebaktian gereja. Kebaktian-kebaktian ini terbagi ke dalam tiga kelas: Little Heaven, Kingdom Kid dan Christ Crew. Anak-anak anda pasti akan menikmati pengajaran disini dan berbagai aktivitas seperti pujian penyembahan dengan guru sekolah Minggu dan teman sebaya mereka. Didukung dengan fasilitias luar biasa (permainan, peralatan kelas bewarna-warni dan juga berbagai kegiatan menarik, kebaktian sekolah minggu ini menjadi tempat yang menyenangkan untuk anak-anak anda belajar firman Tuhan. Jika anda berencana untuk membawa anak anda, anda bertanggung jawab untuk menjemput mereka setelah kebaktian; anak-anak anda tidak akan diijinkan keluar ruangan kelas sebelum anda muncul dan menjemput mereka.

Oxygen Service (O2)

Lobby - Lantai Dasar - Annex Building, Wisma Nusantara
Setiap hari Sabtu - Kebaktian dimulai 16:00 WIB
Oxygen adalah komunitas anak-anak muda dari JPCC. Kebaktian ini melayani para Oxygeners (usia 15-21) dan juga TAG (usia 11-14). Setelah sesi pujian dan penyembahan, para TAGgers akan menjalankan sesi kebaktian terpisah untuk kotbah dan juga diskusi grup kecil. Jika anda berusia 15-21 anda akan menikmati kemeriahan dari generasi muda, dimana mereka akan berteriak dan menghentakkan kaki sepanjang pujian dan penyembahan. Multimedia yang keren dan pertunjukkan drama dan dance juga menjadi bagian dari presentasi generasi muda ini. Pewahyuan yang luar biasa, teman-teman yang hebat, dan juga pakaian yang beragam warna menjadi bagian dari kebaktian para anak muda Kristen di tempat ini. Mereka begitu bersemangat, kreatif, beriman teguh, dan juga tajam dan gembira. Anak-anak Oxygen ini dipimpin oleh Pastor Jussar Badudu dan Pastor Sidney Mohede.

TAG Service

UpperRoom (Worship) & Annex Room (Sermon & Small Groups) - Annex Building, Wisma Nusantara
Setiap hari Minggu - Kebaktian dimulai 12:30 WIB
TAG adalah sebuah komunitas anak-anak remaja dini di JPCC. Kebaktian mereka mulai bersama dengan Oxygeners, namun mereka kemudain memiliki sesi kebaktian sendiri setelah sesi pujian penyembahan bersama para senior mereka di Oxygen. Jika anda berada di group umur ini ataupun memiliki anak usia 11-14 tahun, kebaktian ini sangat baik untuk mereka. TAG-gers memiliki sesi diskusi di dalam grup kecil yang dipimpin kakak-kakak Pemimpin Group. Mereka adalah sekelompok anak muda hip yang memiliki berbagai talenta termasuk breakdancing (bahkan berbagai talenta lain yang sangat unik) ada di TAG ini. Mereka adalah para remaja usia dini yang penuh talenta dan sangat bersemangat serta antusias tentang gereja. TAG dipimpin oleh Joe Sentoso.

Sunday Night Service (SNS)

UpperRoom - Lantai 12 - Annex Building, Wisma Nusantara
Setiap hari Minggu - Kebaktian dimulai 17:30 WIB
Sunday Night Service adalah kebaktian yang diperuntukkan bagi anda yang berusia 22-35 tahun. Kebaktian ini punya ciri khas Jamz session setiap minggunya yang senantiasa menarik antusias jemaat setiap minggu. Setiap Minggu selalu saja ada yang baru. Jika anda adalah pasangan yang baru menikah, pasangan yang sedang pacaran ataupun para eskekutif berkualitas yang tengah menjomblo, kebaktian SNS adalah tempat yang paling revolusioner. Kotbah yang luar biasa dengan pengajaran yang mudah diaplikasikan dan juga didukung breaking news yang memberikan anda berbagai tips paduan sehari-hari, para orang-orang hebat, dan juga dilengkapinya host membuat kebaktian SNS jadi tidak mungkin terlewatkan. Sunday Night Service dihost oleh Pastor Alvi Radjagukguk dan istri cantiknya Mia Radjagukguk.

Treasures Women's Meeting

Annex Room - Lantai 11 - Annex Building, Wisma Nusantara
Setiap hari Sabtu (Sekali dalam sebulan) - Kebaktian dimulai 10:00 WIB
*terkadang jadwal bisa berubah, tetapi pemberitahuan sebelumnya pasti akan diberitakan
Pertemuan ini terbuka bagi para wanita dari berbagai usia. Jika anda menginginkan sebuah komunitas wanita yang hangat, tempat tepat bagi anda. Pertemuan ini membicarakan berbagai isu seputar wanita dan juga memiliki berbagai aktivitas seru setiap bulannya. Sebut saja kegiatan memasak, event ibu dan anak, seminar kesehatan dan juga berbgai aktivitas menarik yang akan mempesona anda dan teman-teman wanita anda. Bawalah teman-teman wanita anda yang luar biasa untuk menikmati firman Tuhan, hikmat yang segar, dan juga sejumlah snacks pada akhir pertemuan ini. Anda pasti langsung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari event bulanan ini.


Pemimpin Kami

Jeffrey Rachmat

Jeffrey Rachmat

Senior Pastor

Jeffrey Rachmat adalah penggagas dan pendiri dari Jakarta Praise Community Church pada tahun 1999 dan sejak saat itu beliau melayani sebagai Gembala Sidang di JPCC. Dalam pelayanannya, beliau sering diundang untuk menjadi pembicara di berbagai seminar, baik di dalam dan luar kota maupun di luar negeri, dengan beragam tema antara lain leadership, relationship, marriage, dan juga business. Kerinduannya untuk melihat perubahan dalam kehidupan generasi muda dituangkan ke dalam buku perdananya yang diberi judul “Permainan Cantik”. Saat ini buku tersebut sudah dicetak sebanyak 5 kali dan juga telah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Inggris dengan judul “The Art of Winning”.
Jose Carol

Jose Carol

Senior Associate Pastor

Jose Carol kembali ke Indonesia pada tahun 1999 setelah melewati 14 tahun di Jerman untuk menyelesaikan studinya dan kemudian bekerja. Saat ini Jose melayani di Jakarta Praise Community Church sebagai Senior Associate Pastor. Beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama dari True Worshippers Productions serta Insight Unlimited, perusahaan yang memiliki inspirasi untuk membawa pengaruh dalam blantika musik rohani di bangsa-bangsa sebagai bagian dari tubuh Kristus. Jose memiliki kerinduan untuk melihat anak-anak Tuhan hidup mempengaruhi the market place dengan nilai-nilai kebenaran dari Kerajaan Allah.
Sydney Mohede

Sidney Mohede

Youth Pastor

Sidney Mohede tumbuh sebagai remaja di Los Angeles, USA sampai dia berumur 22 tahun, ketika Sidney memutuskan untuk kembali ke Indonesia di tahun 1995. Pada akhir tahun 1996 Sidney mulai bergabung dengan persekutuan Jakarta Praise Center Youth Ministry. Sidney sempat tergabung dalam Giving My Best yang sudah memberkati banyak orang, terutama anak-anak muda di Indonesia. Sampai hari ini Sidney masih aktif melayani dalam True Worshippers. Didukung oleh kerinduannya melayani anak-anak muda, Sidney dipercayakan untuk merintis menggembalaan Oxygen, JPCC Youth Church di tahun 2004.
Jussar Badudu

Jussar Badudu

Youth Pastor

Jussar Badudu memiliki beban pelayanan bagi anak-anak muda sejak pertobatannya. Pada awalnya, pelayanannya diawali dengan banyak berkecimpung di dunia pujian dan penyembahan bersama keluarga dan teman-temannya. Jussar bergabung bersama True Worshipers sejak masa-masa awalnya berdiri dan masih tetap melayani bersama sampai hari ini. Jussar banyak terlibat dalam kelas-kelas pengajaran serta kegiatan-kegiatan besar yang dilakukan di JPCC. Sejak tahun 2004 Jussar dipercayakan untuk menggembalai Oxygen, komunitas anak-anak muda di JPCC.

Alvi Radjagukguk

Small Group Pastor

Alvi Radjagukguk melayani di Jakarta Praise Community Church sebagai Small Group (DATE) Pastor, setelah pada awalnya sebagai Finance Controller dari True Worshippers Productions dan sempat menjadi Assistant Pastor. Ia lulus dari Curtin University of Technology di Perth, Australia dengan gelar Bachelor of Commerce (Finance & Marketing). Di umurnya yang ke 21, ia memulai karirnya dengan bekerja di salah satu bank asing di Jakarta. Sejak tahun 1998, Alvi pun terlibat dalam rekaman album-album True Worshippers Productions sebagai salah satu vokalis & pencipta lagu.Di akhir tahun 1999, ia bekerja sepenuh waktu di True Worshippers Productions & Jakarta Praise Community Church. Salah satu passion terbesarnya adalah untuk melihat setiap orang percaya membagi kehidupan dengan yang lain (memuridkan) melalui bergabungnya mereka dalam kelompok sel. Mulai tahun 2008 Alvi juga dipercayakan untuk menggembalai ibadah malam JPCC (Sunday Night Service) yang dikhususkan untuk usia 22-35 tahun.

I'm so grateful to be here, at JPCC....

*Source: www.jpcc.org

0 komentar
Label:

..Kisah Sebuah Benih!

Suatu kali, ada sebuah benih yang tercecer dan tidak dipedulikan orang. Karena merasa rendah diri, benih itu menganggap dirinya tidak penting. Hingga suatu hari, angin kencang datang dan membuat benih itu terbang – dia tidak tahu akan dibawa kemana – lalu tiba-tiba ia dilemparkan tanpa ampun ke sebuah tanah terbuka dan terpanggang di bawah sinar matahari.

Dia merasa bingung, mengapa ia harus mengalami semuanya itu? Tetapi yang ia bukanlah sebuah jawaban, tetapi air hujan sebagai gantinya terik matahari; kadang gerimis dan kadang hujan deras.

Sementara waktu berlalu dan tahun berganti, ia melihat seorang pengelana duduk di dekatnya, “Terima kasih Tuhan untuk ini. Saya sangat membutuhkan istirahat.”

“Apa yang kamu bicarakan?” benih itu bertanya. Pikirnya sang pengelana sedang mengolok-olok dirinya. Benih itu memang melihat beberapa orang duduk di dekatnya dalam beberapa tahun terakhit, namun tidak ada yang berbicara seperti itu.

“Siapa itu?” orang tersebut terkejut.

“Ini aku, Benih..”

“Benih?” Pria itu melihat pohon raksasa itu. “Apa kamu bercanda? Kamu bukan benih. Kamu pohon. Sebuah pohon raksasa!”

“Benarkah?”

“Ya! Kamu pikir kenapa semua orang itu datang ke sini?”
”Untuk apa mereka datang kesini?”
”Untuk berasakan keteduhanmu! Jangan beritahu saya bahwa kamu tidak tahu telah mengalami pertumbuhan bersama berjalannya waktu.”

Sesaat hening ketika pengelana itu selesai mengucapkan kalimat tersebut, dan membuat benih itu sadar siapa dirinya sekarang.

Benih itu sekarang telah menjadi sebuah pohon raksasa. Sambil berpikir, ia tersenyum untuk pertama kalinya. Tahun-tahun melelahkan berada dalam penyiksaan matahari dan hujan akhirnya masuk akal baginya.

“Oh! Itu artinya aku bukan benih kecil lagi! Aku tidak ditakdirkan untuk mati tanpa dikenali siapapun tetapi sebenarnya aku lahir untuk memberi keteduhan bagi orang-orang yang lelah. Wow! Sekarang hidupku seharga ribuan permata!” ucap benih yang telah menjadi sebuah pohon raksasa itu.

Tahukah Anda, kehidupan manusia serupa dengan jalan hidup benih ini. Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berharga, dan setiap kesukaran yang dialaminya dimasa lalu adalah sebuah proses untuk membuat mereka kuat dan bertumbuh menjadi pribadi yang besar yang dapat memberkati kehidupan banyak orang.

Ingatlah bahwa hidup Anda lebih berharga dari ribuan permata, karena Anda telah ditebus dengan darah Kristus yang mahal.

Hari ini sadarilah, bahwa Anda bukanlah sebuah benih lagi. Anda adalah sebuah pohon dimana ada banyak orang yang bernaung.

Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.Mazmur 92:13-16

Sumber : Novoneel Chakraborty/ Heartnsouls.com

0 komentar
Label:

..Tiga Kelereng Merah

Pada masa-masa susah di sebuah kota kecil Idaho, saya suka mengunjungi toko kecil di tepi jalan milik Mr Miller yang menyediakan produk segar hasil pertanian. Makanan dan uang cukup langka pada waktu itu... dan jual beli dilakukan dengan cara tukar-menukar barang.

Satu hari, Mr Miller sedang mengepak kentang-kentang yang saya beli, ketika secara tidak sengaja saya melihat seorang anak yang kecil kurus kelaparan, compang-camping tetapi bersih, nampak sedang memilih-milih kacang polong segar yang baru dipetik di keranjang.

Saya membayar untuk kentang-kentang saya sambil ikut melihat-lihat kacang polong tersebut. Saya adalah penjual kentang dan krim kacang. Saat menimbang kacang polong, tanpa sadar, saya ikut mendengarkan pembicaraan mereka.

"Halo Barry, bagaimana kabarmu hari ini?" tanya si pemilik toko.

'Halo, Mr Miller. Saya baik, terima kasih, ya. Saya cuma mengagumi kacang polong ini....tampak segar dan bagus-bagus"

"Itu memang bagus Barry. Bagaimana dengan ibu kamu? "

"Oh... dia membaik, dan nampak semakin kuat."

"Bagus. Apa ada yang bisa saya bantu? "

"Tidak, Sir. Saya cuma mengagumi kacang polong ini. "

"Apakah kamu ingin beberapa untuk di bawa pulang?" kata Mr Miller.

"Tidak, Sir. Saya tidak ada uang untuk membayar. "

"Jika begitu, apa kamu punya sesuatu sebagai penukar?"

"Saya hanya punya beberapa kelereng hadiah."

"Apakah itu benar? Coba kulihat" kata Mr Miller.

"Ini ... bagus " "Aku bisa melihatnya. Hmm sayang warnanya biru, padahal saya mencari warna merah. Apakah kamu memilikinya seperti ini di rumah? "

"Tidak persis tapi hampir sama. "

'Begini saja. Ambil saja dulu kacang polong ini, dan lain kali, kamu bawa kelereng kamu yang merah'. kata Mr Miller kepada anak itu.

"Tentu. Terima kasih Mr Miller. "

Ny Miller, yang sedang berdiri tidak jauh, datang untuk membantu saya. Dengan tersenyum dia berkata, "Ada dua anak laki-laki lain seperti dia di komunitas kami, ketiganya sama-sama sangat miskin. Jim suka tawar-menawar dengan mereka untuk kacang polong, apel, tomat, atau apa pun. Jika mereka kembali dengan warna yang diminta, Jim akan berkata bahwa dia sudah tidak mencari warna tersebut dan akan menanyakan warna lainnya. Tetapi Jim tetap memberikan apa saja yang mereka ingin tukarkan."
Saya meninggalkan toko sambil tersenyum sendiri, terkesan dengan orang ini.


***

Beberapa waktu kemudian saya pindah ke Colorado, tapi saya tidak pernah lupa kisah tentang orang ini, anak-anak, dan cara barter mereka.

Beberapa tahun berlalu dengan cepat. Baru-baru ini saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi beberapa teman lama di komunitas Idaho dan mendengar bahwa Mr Miller meninggal dunia. Teman-teman saya berencana untuk berkunjung sore itu dan saya sepakat untuk ikut.

Saat tiba di tempat jenasah disemayamkan, kami menemui keluarga almarhum untuk menyampaikan bela sungkawa dan kata-kata penghiburan. Di depan kami, nampak tiga orang muda. Salah satunya mengenakan seragam tentara dan dua lainnya berpotongan rambut bagus, setelan gelap dan kemeja putih ... semua tampak sangat profesional.

Mereka semua menghampiri Mrs Miller dan berdiri disampingnya sambil tersenyum kepada jenasah Mr Miller di dalam peti mati.

Setiap pemuda memeluknya, mencium pipi, bicara singkat dengannya dan pindah ke peti mati, dengan mata berkaca-kaca, satu per satu, masing-masing pemuda berhenti sebentar dan meletakkan tangan mereka di atas tangan yang pucat dingin di peti mati. Satu persatu meninggalkan tempat itu sambil menyeka mata.

Giliran kami datang menemui Ny Miller. Saya bilang padanya siapa saya dan mengingatkannya pada kisah dari tahun-tahun yang lalu dan ketika ia bercerita tentang suaminya yang suka berbarter untuk kelereng. Dengan mata berkaca-kaca, dia meraih tanganku dan membawa saya ke peti mati.

"Mereka, tiga pemuda tadi, yang baru saja meninggalkan adalah anak laki-laki yang kuceritakan dulu. Mereka hanya mengatakan kepada saya bagaimana mereka menghargai hal-hal yang Jim 'perdagangkan' pada mereka. Sekarang, pada akhirnya, ketika Jim sudah tidak bisa lagi meminta warna atau ukuran kelereng .... mereka datang untuk membayar utang mereka. "

"Kami tidak pernah memiliki banyak kekayaan di dunia ini," ia mengaku, "tapi sekarang, Jim akan menganggap dirinya orang terkaya di Idaho..."

Dengan lembut, dia mengangkat jari-jari almarhum suaminya. Nampak disitu tiga buah kelereng warna merah yang bersinar indah.
Orang mungkin tidak bisa mengingat semua perkataan kita, tetapi akan mengingat segala perbuatan baik kita. Hidup ini tidak diukur oleh nafas yang kita habiskan, tetapi oleh waktu yang kita habiskan untuk bernafas. 
Source: Facebook

0 komentar
Label:

..Kesempatan Menjalani Hidup

Dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang selalu mengeluh setiap harinya. Ada saja hal-hal yang membuat mulut mereka mengucapkan kata-kata yang sia-sia setiap harinya. Pekerjaan yang berat, keluarga yang terlalu banyak menuntut, sahabat-sahabat yang kurang solider, anak-anak yang sulit diajar merupakan beberapa contoh dari banyak problema yang dihadapi manusia.

Orang-orang yang mengaku dirinya kristen pun tak terlepas dari sikap suka mengeluh. Kata-kata yang tertulis di dalam Alkitab seringkali dipakai ketika berdoa untuk melegalkan tindakan bersungut-sungut yang kita lakukan. Namun, kabar baiknya hati Tuhan tidak pernah tersentuh dengan perkataan-perkataan kita seperti itu. Hati-Nya justru tergerak ketika melihat anak-anak-Nya hidup dengan ucapan syukur.

Tuhan bukanlah tidak mengetahui keadaan kita seperti apa sekarang ini atau masalah besar apa yang sedang kita hadapi. Dia tahu semuanya. Bahkan Dia tahu seberapa besar kekuatan kita ketika rintangan datang menghadang.

Tuhan memang Mahabesar dan Mahadahsyat, tetapi Dia tidak mau umat-Nya menjadi umat yang bermental tempe yang sebentar-bentar mengeluh, sebentar-sebentar bersedih dan akhirnya lupa untuk mengucap syukur. Dia ingin kita menjadi orang-orang yang kuat di dalam-Nya yang tidak gampang bersungut-sungut ketika ada masalah dan selalu menghargai setiap pemberian dari-Nya dengan hati yang tulus dan ucapan terima kasih.

Kehidupan ini suatu saat akan berakhir. Ketika itu tiba maka tidak ada lagi waktu untuk menyesali diri dan berangan-angan untuk kembali ke masa lalu. Selagi masa ada kesempatan, mari kita menjalani hidup dengan ucapan syukur kepada Tuhan dan mengerjakan apa yang menjadi bagian kita di dunia ini dengan sebaik mungkin.

Orang yang mengucap syukur adalah orang yang dapat menikmati setiap pemberian Tuhan dalam hidupnya.


I Tesalonika 5:18
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

0 komentar
Label:

..Berhentilah Marah

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"



Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab, "Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."



"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"



Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata, "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."



Sang guru masih melanjutkan, "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. "Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."



Sang guru masih melanjutkan, "Ketika Anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu Anda

0 komentar
Label:

Tuhan adalah Nahkoda Hidupku....

Suatu saat aku sedang menikmati senja dalam perahu keselamatanku yg sedang berlabuh,
Kulihat TUHAN di ruang pengemudi, DIA menatapku & berkata,
"Lepaskanlah tambatan tali itu, & biarkan AKU membawa engkau ke seberang.. Sebab bukan rancangan-KU engkau tertambat disini"

Gelisah & kuatir aku menjawab,
"TUHAN, bukankah lebih baik aku tetap di sini ?
Aku tak akan melihat taufan & badai.
Dan aku dapat kembali ke darat kapan pun aku mau "

Dengan lembut, DIA memegang tanganku, menatap mataku & berkata:
"jika engkau tidak mengalami taufan & badai, engkau tidak akan pernah melihat bagaimana AKU mengatasi semua itu.. Engkau juga tidak akan pernah melihat, bahwa AKU berkuasa atas semua itu"

Dalam pergumulanku, aku memandangi tali yg mengikat perahu.
Di tali itu, kulihat ada rasa kuatir akan keuangan, pekerjaan, kehidupan, & masa depanku.
Dalam hatiku aku bertanya,
Tahukah DIA apa yang aku inginkan?
Mengertikah DIA apa yang aku rindukan?

TUHAN memelukku & berkata lembut,
"Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yg engkau inginkan,
Bahkan mungkin kebalikannya yang akan engkau dapatkan.
Tapi maukah engkau percaya, bahwa rancangan-Ku adalah rancangan damai sejahtera dan masa depanmu adalah masa depan yg penuh harapan?"

DIA memeluk & menangis bersamaku,
Lalu dengan berat aku melepas tali perahuku,
ku lepaskan semua rasa kuatir itu dari hatiku,
ku taruh masa depanku di tangan-NYA.

Aku tidak tahu bagaimana nanti masa depanku, tapi aku percaya DIA sudah ada di sana.
Dengan penuh harap, aku menatap-NYA serta menggenggam erat tangan-NYA & berkata,
"Jadilah nahkoda dalam hidupku & marilah berlayar bersama..
Meski aku takut, gelisah di dalam hatiku...
Ajarku untuk dapat percaya kepadaMU.."

Seberat apa pun jalan di hadapan kita kelak..
Bersama Tuhan, kita akan aman sampai ke seberang..

Source: Facebook

0 komentar
Label:

..Menghargai Perbedaan

Suatu waktu, ada seorang mahaguru yang ingin mengambil waktu dari kehidupannya sehari-hari sebagai akademisi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai dan meminta seorang nelayan untuk membawanya pergi melaut sampai ke horizon.

Seperempat perjalanan, mahaguru tersebut bertanya, “Wahai nelayan, apakah Anda mengenal ilmu geografi?” Sang nelayan menjawab, “ilmu geografi yang saya ketahui adalah kalau di laut sudah mulai sering ombak pasang, maka musim hujan segera akan tiba.” “Nelayan bodoh!” kata mahaguru tersebut. “Tahukah kamu bahwa dengan tidak menguasai ilmu geografi kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.”

Seperempat perjalanan berikutnya, mahaguru tersebut bertanya pada nelayan apakah dia mempelajari ilmu biologi dan sains? Sang nelayan menjawab bahwa ilmu biologi yang dia kenal hanyalah mengetahui jenis ikan apa saja yang dapat dimakan. “Nelayan bodoh, dengan tidak menguasai sains kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.” Kemudian mahaguru tersebut bercerita tentang Tuhan yang menciptakan umat manusia dengan struktur tubuh, kapasitas otak yang sama, dan lain-lain.

Selanjutnya mahaguru tersebut bertanya apakah nelayan tersebut mempelajari matematika? Sang nelayan menjawab bahwa matematika yang dia ketahui hanyalah bagaimana cara menimbang hasil tangkapannya, menghitung biaya yang sudah dikeluarkannya, dan menjual hasil tangkapannya agar dapat menghasilkan keuntungan secukupnya. Lagi-lagi mahaguru tersebut mengatakan betapa bodohnya sang nelayan dan dia sudah kehilangan lagi seperempat kehidupannya.

Kemudian, di perjalanan setelah jauh dari pantai dan mendekati horizon, mahaguru tersebut bertanya, “apa artinya awan hitam yang menggantung di langit?” “Topan badai akan segera datang, dan akan membuat lautan menjadi sangat berbahaya.” Jawab sang nelayan. “Apakah bapak bisa berenang?” Tanya sang nelayan.

Ternyata sang mahaguru tersebut tidak bisa berenang. Sang nelayan kemudian berkata, “Saya boleh saja kehilangan tiga-perempat kehidupan saya dengan tidak mempelajari tiga subyek yang tadi diutarakan oleh mahaguru, tetapi mahaguru akan kehilangan seluruh kehidupan yang dimiliki.”

Kemudian nelayan tersebut meloncat dari perahu dan berenang ke pantai sedangkan mahaguru tersebut tenggelam.

Demikian juga dalam kehidupan kita, baik dalam pekerjaan ataupun pergaulan sehari-hari. Kadang-kadang kita meremehkan teman, anak buah ataupun sesama rekan kerja. Kalimat “tahu apa kamu” atau “si anu tidak tahu apa-apa” mungkin secara tidak sadar sering kita ungkapkan ketika sedang membahas sebuah permasalahan. Padahal, ada kalanya orang lain lebih mengetahui dan mempunyai kemampuan spesifik yang dapat mengatasi masalah yang timbul.

Seorang operator color mixing di pabrik tekstil atau cat mungkin lebih mengetahui hal-hal yang bersifat teknis daripada atasannya. Intinya, orang yang menggeluti bidangnya sehari-hari bisa dibilang memahami secara detail apa yang dia kerjakan dibandingkan orang ‘luar’ yang hanya tahu ‘kulitnya’ saja.

Mengenai kondisi dan kompetisi yang terjadi di pasar, pengetahuan seorang marketing manager mungkin akan kalah dibandingkan dengan seorang salesperson atau orang yang bergerak langsung di lapangan.

Atau sebaliknya, kita sering menganggap remeh orang baru. Kita menganggap orang baru tersebut tidak mengetahui secara mendalam mengenai bisnis yang kita geluti. Padahal, orang baru tersebut mungkin saja membawa ide-ide baru yang dapat memberikan terobosan untuk kemajuan perusahaan.

Sayangnya, kadang kita dibutakan oleh ego, pengalaman, pangkat dan jabatan kita sehingga mungkin akan menganggap remeh orang lain yang pengalaman, posisi atau pendidikannya di bawah kita. Kita jarang bertanya pada bawahan kita. Atau pun kalau bertanya, hanya sekedar basa-basi, pendapat dan masukannya sering dianggap sebagai angin lalu.

Padahal, kita tidak bisa bergantung pada kemampuan diri kita sendiri, kita membutuhkan orang lain.

Keberhasilan kita tergantung pada keberhasilan orang lain.

Begitu sebuah masalah muncul ke permukaan, kita tidak bisa mengatasinya dengan hanya mengandalkan kemampuan yang kita miliki.

Kita harus menggabungkan kemampuan kita dengan orang lain.

Sehingga bila perahu kita tenggelam, kita masih akan ditolong oleh orang lain yang kita hargai kemampuannya.

Tidak seperti mahaguru yang akhirnya ditinggalkan di perahu yang sedang dilanda topan badai dan dibiarkan mati tenggelam karena tidak menghargai kemampuan nelayan yang membawanya.

Yang jadi pertanyaan kita sekarang, apakah kita masih suka bertingkah laku seperti sang mahaguru?

Bila ya, seberapa sering?



Rm 12:10

Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului y dalam memberi hormat.



Gal 5:26

dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

0 komentar
Label:

..Jendela Rumah Sakit

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama 1 jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.

Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

“Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbaga macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.”

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang ke dua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

“Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup” kata perawat itu.

Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata akan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berpikir, dan bertindak.

Kita percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang dahsyat. Dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.

Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.

Source: Facebook

0 komentar
Label:

..Kasih Ibu [Kisah nyata dari Amerika Serikat].

Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali..
Sepenggal syair lagu itu benar-benar mengena pada sosok ibu asal Amerika Serikat ini. Wanita berusia 80 tahun itu selama berpuluh-puluh tahun merawat putrinya yang mengalami koma.

Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan. Kaye O'Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung. Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau.

"Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat," kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian News.com.au, Sabtu (8/3/2008).

Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda.

Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us.

Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membawanya ke rumah sakit.

Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: "Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?" Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu.

Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya.

Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali.

Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. "Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja," kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu.

Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O'Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti.

Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang.

Source: Facebook

0 komentar
Label:

...Karya Tuhan!

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang sedang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam, putih dan warna-warna lainnya , begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; "Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu."

Waktu itu aku heran dan kagum melihat pola bunga-bunga yang indah! Dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata: "Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Tuhan; "Tuhan, apa yang Engkau lakukan? "

Ia menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu."

Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"

Kemudian Allah menjawab," AnakKu, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini..

Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencana yang indah dari sisiKu."

Kita seringkali melihat rangkaian peristiwa dlm hidup kita seperti benang sulaman yg tak beraturan, ruwet & kusut. Serangkain berbagai persoalan datang bertubi-tubi, kesedihan, kemalangan, bencana, kesusahan & tantangan. Seringkali kita melihat hidup kita begitu rumit & berantakan. Itu karna kita melihat "bagian bawah sebuah sulaman".

Betapapun rumit & sulitnya keadaan hidup kita selama ini, yakinlah bahwa itu semua akan membentuk "gambar indah" bagi diri & hidup kita; jika kita dpt melihat dr "bagian atas sulaman".

Tuhan merencanakan dan "menyulam" sesuatu yg indah & terbaik karena Tuhan itu baik. Oleh karna itu, jalanilah hidup kita dgn penuh keyakinan atas karya & kebaikan Tuhan.

Source: FACEBOOK

0 komentar
Label:

..Jika Kamu

Jika kamu memancing ikan..
setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja.
Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang..
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya.
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja.
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.

Jika kamu menadah air..
biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh.
Cukuplah sekadar keperluanmu.
Apabila sekali ia retak, tentu sukar untuk kamu menambalnya semula dan akhirnya ia dibuang.
Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya..
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya, akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya.

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi..
yang pasti baik untuk dirimu, mengenyangkan dan berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain dan terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya lalu kamu akan menyesal.


Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang membawa kebaikan kepada dirimu, menyayangimu, mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain dan terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang lain kamu juga akan menyesal.


>> Disadur dari Cristofel Tata | Source: Facebook

0 komentar
Label:

..Ada Bapa yang Mengemudi

Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan seisi keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke Jerman. Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk tiba di sana . Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam mobil -- dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang berumur 3 tahun. Anak perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian pada malam hari. Malam pertama di dalam mobil, ia ketakutan dengan kegelapan di luar sana .

"Mau kemana kita, papa?"
"Ke rumah paman, di Jerman."
"Papa pernah ke sana ?"
"Belum."
"Papa tahu jalan ke sana ?"
"Mungkin, kita dapat lihat peta."
[Diam sejenak] "Papa tahu cara membaca peta?"
"Ya, kita akan sampai dengan aman."
[Diam lagi] "Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?"
"Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan."
"Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?"
"Ya, ada."
"Papa tahu ada dimana?"
"Tidak, tapi kita akan menemukannya."

Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan juga pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini diam. Dr. Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia melihat ke cermin, ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan hanya melihat-lihat ke sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa anak perempuan kecil ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaannya lagi.

"Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?"
"Jerman, rumah paman."
"Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana ?"
"Tidak"
"Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?"
"Karena papa sedang mengemudi."

Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika dia mempunyai pertanyaan-pertanyaan dan ketakutan-ketakutan dalam perjalanannya bersama Tuhan. Ya, Bapa kita sedang mengemudi. Kita mungkin tahu tujuan kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke ‘Jerman' tanpa mengerti di mana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan ke sana, kita tidak dapat membaca peta, kita tidak tahu apakah kita akan menemukan rumah makan sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini tahu hal terpenting, -- Papa sedang mengemudi -- dan dia aman.

Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan. Kenalkah engkau Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap dan respon anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya?

Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus terpenting adalah ‘Papa sedang mengemudi'. Tuhan adalah Bapa bagi anda. Ijinkan IA untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan menjadi milik anda lagi.

Source: Facebook

0 komentar
Label:

Piano......

Kisah ini terjadi di Rusia.Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang
lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar
piano.Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut, datang seorang pianis yang
sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah
terjual habis.Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan
anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah
terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya.

Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu
lama, tanpa sepengetahuan anaknya, ia menyelinap pergi. Ketika lampu gedung
mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di
sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung
pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis
tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano
dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle-twinkle little star.
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa
konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan
lampunya ke tengah panggung.
Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis,
tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke
atas
panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum
dan
berkata "Teruslah bermain", dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan
permainannya. Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain
mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu,
dan
akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah.Bahkan mereka
seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.

Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan
bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi besar kepala, pikirnya
"Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa yang disoraki
oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua
kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.


Apa implikasinya dalam hidup kita ?

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan
besar yang telah berhasil kita lakukan.
Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita. Kita
adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yang kita lakukan
akan sia-sia.
Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan
hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga
baik bagi orang di sekitar kita. Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Tuhan
di samping kita.

Be blessed!

Source: google.com

0 komentar
Label: ,

TW Youth - HIGHER DEEPER

True Worshippers Youth is back with a much-anticipated live album recording.
Birthed out of a passionate group of young people in a youth church, Oxygen-JPCC, True Worshippers Youth recorded and released their very first album "Breathe" in 2006 and has since been at the forefront of youth praise and worship.
Following "Breathe", they have released two more albums "Forever Reign" in 2007 and "All For You" in 2009. Their songs have been widely used in churches Indonesia and have been translated into other languages such as Mandarin and Japanese.

"Higher Deeper" is their second live recording and fourth album recording.
Get your own copy now!! visit: www.benih.com to buying online

0 komentar
Label:

Kisah Kebaikan Pohon Kaktus

Sebatang pohon kaktus tumbuh di tengah-tengah gurun pasir yang luas. Tak ada kaktus lain yang tumbuh di sana. Ia satu-satunya kaktus yang berdiri entah di mana di gurun yang gersang itu. Kaktus itu merasa heran, untuk apa ia tumbuh di tempat itu.

"Aku tak melakukan apa-apa selain berdiri di sini sepanjang hari," keluhnya.
"Lalu, apa gunanya aku ada di sini. Sepertinya aku adalah tanaman terburuk yang tumbuh di gurun ini. Lihatlah, batang-batangku kurus dan berduri.
Daun-daunku kenyal seperti karet dan kasar. Kulitku tipis dan berbenjol-benjol. Aku tak dapat memberikan apa-apa. Aku tak bisa menjadi tempat berteduh ataupun buah yang segar bagi pengelana yang melintasi gurun ini. Sepertinya aku ini sungguh tak berguna."

Memang, apa yang dilakukannya sepanjang hari hanyalah berdiri di bawah terik matahari. Setiap hari ia tumbuh semakin tinggi dan gemuk. Kini duri-durinya tumbuh semakin panjang, daun-daunnya semakin sana-sini. Benar-benar kelihatan aneh sekali.

"Aku harap setidaknya aku bisa melakukan sesuatu yang berguna," bisiknya sedih.

Pada siang hari seekor elang berputar-putar di ketinggian gurun dengan gagahnya.

"Apa yang bisa aku lakukan dengan hidupku ini?" teriak kaktus pada elang. Entah terdengar atau tidak, elang lalu terbang meninggalkannya.

Pada malam hari, bulan melayang di atas langit dan memancarkan sinar pucatnya ke seluruh penjuru gurun.

"Hal baik apa yang bisa aku lakukan dalam hidupku in?" teriak kaktus pada bulan. Tetapi bulan tetap menggantung di langit sepanjang malam.

Seekor kadal merayap di dekatnya meninggalkan jejak-jejak indah di atas pasir.

"Hai kadal," seru kaktus. "Menurutmu manfaat apa yang bisa aku berikan dalam hidupku ini?"

"Kau?" kadal terkekeh-kekeh. Ia diam sejenak. "Manfaat darimu? Tanyalah sendiri mengapa kau tak bisa melakukan apa-apa. Lihatlah, elang bisa melayang dengan indah di udara. Kita semua bisa mengagumi kemampuannya meliuk-liuk di sana. Lihatlah, bulan tergantung di langit seperti lentera di malam hari. Cahayanya menerangi kita agar bisa kembali pulang ke rumah. Bahkan, aku, kadal tanah masih bisa melakukan sesuatu yang berguna. Jejak-jejakku menghiasi pasir gurun ini. Tapi kau? Kau tak melakukan apa-apa selain berdiri dengan buruknya di situ setiap hari."

Begitulah terus hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya, ketika sang kaktus telah menjadi tua. Usianya mungkin tinggal sebentar lagi. Ia merasa sesuatu terjadi pada tubuhnya. "Oh Tuhan," jeritnya. "Aku telah berusaha dengan keras bertahun-tahun agar menjadi sesuatu yang berguna. Maafkan aku bila aku
gagal melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi gurun ini. Aku takut aku telah terlambat."

Tapi pada saat itu, tubuhnya terguncang dan bergetar dengan hebat. Dari dalam tubuhnya muncul dan mekarlah sebongkah bunga yang indah, bagaikan mahkota cantik di atas kerumunan kelopak bunga. Belum pernah gurun itu melihat bunga yang cantik seperti itu. Angin yang mencium wewangian aroma
bunga itu terkagum-kagum dan segera menyebarkannya agar bisa dinikmati oleh seluruh penjuru gurun. Kupu-kupu yang selama ini tidak menjauh, kini mengerubungi mengagumi kecantikan bunga kaktus. Di malam hari bulan sengaja memayungi bunga kaktus sehingga menciptakan bayangan yang anggun.

Keindahan bunga itu kini melenyapkan seluruh keputus-asaan sang kaktus selama ini. Pada akhirnya ia bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi gurun ini, bagi kehidupan ini.

Seorang pengelana yang melintasi berbisik padanya, "Kaktus, kau telah menunggu sekian lama. Kini menjelang hayatmu, akhirnya kau berhasil mempersembahkan sesuatu bagi kita semua. Tahukah kau, bahwa hati yang senantiasa mencari kebaikan pada akhirnya akan memberikan kebaikan pula. Tak peduli bagaimana wujud dan kerasnya kerjamu. Karena hanya kebaikanlah yang dapat memberikan kebahagiaan, meski hanya sejenak." Ketika sang kaktus menatap wajah pengelana itu, tiba-tiba pengelana itu lenyap menjadi asap dan membumbung tinggi ke langit.


Source: Facebook

0 komentar
Label:

..Resep Bahagia Setiap Hari


1 Cangkir Kesederhanaan
Pernakah kita sadari bahwa hidup bisa begitu rumit kadang-kadang. Dan kerumitan itu muncul karena kita yang membuatnya, walaupun sebagian besar dari kita sangat ingin untuk menjalaninya se-simple mungkin. Cobalah untuk bertanya pada diri sendiri setiap kali kita ingin membuat satu keputusan. Bayangkan apa yang terjadi pada diri kita 3 sampai 6 bulan ke depan saat keputusan itu kita buat. Jika memang lebih banyak mengundang dilema, lebih baik ubah ordinat keputusan kita menjadi sesuatu yang sederhana.

1 sendok makan “saat ini”
Jika saja kita mau sadar betapa banyak waktu yang sudah kita buang hanya untuk menguatirkan sesuatu yang belum terjadi, maka kita akan tau ke mana larinya waktu yang terbuang percuma. Karena itu, sekecil apapun aktivitas atau tindakan yang kita jalankan, cobalah untuk menikmati momennya secara penuh. Apa yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang nyata. Jadi nikmati dengan sempurna, carpe diem!

1 genggam kesabaran.
Banyak diantara kita pasti sering mendengar, “Orang sabar disayang Tuhan.” Mungkin saat mendengarnya kita akan mengernyitkan dahi. Tapi jika memang kesabaran memberi energi positif, mengapa kita harus menolak hal itu dari daftar rutinitas sehari-hari? Saat kita sabar, kita akan bisa berpikir lebih tenang hingga segala masalah bisa terpetakan dengan baik. Dan ini akan memberikan kita jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.

½ cangkir senyuman.
Sebaris senyuman di wajah akan menyebarkan energi positif dalam diri kita dan orang-orang yang kita jumpai. Sebab senyuman membuat wajah kita terlihat ceria serta menyenangkan. Dan semua orang suka dengan orang-orang menyenangkan.

0 gram kritikan menjatuhkan.
Percaya atau tidak, banyak wanita yang tidak bisa memberikan kritikan dengan baik. Alhasil segala bentuk rekomendasi yang disampaikan bernada kritik yang menjatuhkan. Padahal setiap orang berhak mendapat masukan untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukannya. Dan masukan akan menjadi motivasi ketika disampaikan dengan baik. Ingatlah bahwa membangun semangat orang-orang di sekitar kita bukan dengan menjatuhkan mentalnya, karena ini bukan siapa yang benar atau salah. Melainkan bagaimana membuat kita semua mengerti pelajaran yang harus diambil dari kesalahan itu.

0 ml iri hati.
Jika kita ingin bahagia setiap saat, berhentilah berpikir bahwa apa yang dimiliki orang lain lebih baik dari apa yang kita miliki. Jika kita memang merasa tidak puas dengan apa yang kita lakukan hari ini, ubah strategi untuk mendapatkan situasi yang lebih baik. Ubah keadaan dengan usaha kita sendiri. Dari pada menghabiskan waktu dengan menghitung apa yang orang lain punya, lebih baik menginventarisir strategi-strategi baru untuk sampai pada tujuan dengan kepuasaan atas perjuangan diri.

Sumber : Prevention Indonesia/facebook

0 komentar
Label:

Hari ini, Kemarin, dan Esok......

Hari ini adalah hari esok yang kucemaskan kemarin
Dan hari ini cerah sekali
Hingga aku bertanya-tanya mengapa aku mencemaskan hari ini kemarin
Maka hari ini aku tidak akan mencemaskan esok
Maka hari ini aku akan hidup seolah esok tak ada
Dan aku akan melupakan hari kemarin

Hari ini adalah hari esok yang kurencanakan kemarin
Dan hampir semua rencanaku untuk hari ini tidak
berjalan seperti yang kukira kemarin
Maka hari ini aku akan melupakan esok dan aku akan
merencanakan hari ini
Tetapi tidak terlalu habis-habisan
Hari ini aku akan berhenti untuk menghirup sekuntum mawar
Aku akan mengatakan kepada orang yang kucintai
betapa aku mencintainya
Aku akan berhenti merencanakan esok dan berencana
untuk menjadikan hari ini hari terbaik dalam hidupku

Hari ini adalah hari esok yang kutakutkan kemarin
Dan hari ini ternyata tidak ada yang harus kutakutkan
Maka hari ini akan kuenyahkan rasa takut akan hal-hal
yang tak kuketahui
Aku akan merangkul yang tidak kuketahui itu sebagai
pengalaman belajar yang penuh dengan kesempatan seru
Hari ini, tidak seperti kemarin, aku tidak akan menakutkan esok

Hari ini adalah hari esok yang kuimpikan kemarin
Dan sebagian mimpi yang kuimpikan kemarin jadi kenyataan hari ini
Maka hari ini aku akan terus memimpikan esok
Dan mungkin lebih banyak lagi mimpi yang kuimpikan
hari ini akan jadi kenyataan esok

Hari ini adalah hari esok yang tujuannya kutetapkan kemarin
Dan aku mencapai sebagian tujuan itu hari ini
Maka hari ini aku akan menetapkan tujuan yang
sedikit lebih tinggi untuk hari ini dan esok
Dan jika esok ternyata seperti hari ini
Aku pasti akan mencapai semua tujuanku suatu saat nanti !!

Source: facebook.com

0 komentar
Label:

"LOVE ADDICTED" Valentine's Live Music Concert

Come and join us on: "Love Adicted" Valentine's Live Music Concert.
Sabtu, 12 February 2011Pkl. 18.00 - 21.30 WIB @ Bellezza Mall Lt. 3, Jl Letjen Soepono - Permata Hijau Jakarta Barat. (Sebrang Carrefour ITC Permata Hijau). Guest Star: THRONE, Sunday Rock School (SRS), Dll.
Undangan bisa hub: Billy - 081282897311, Daniel - 08561121123, Lukas - 0817755443, David -085645232777
Be blessed!

0 komentar
Label:

10 Penyakit dengan Pengobatan Termahal......

1. Penyakit Mental
Peningkatan biaya per tahun 6 persen. Total ongkos penanganan penyakit ini di Amerika telah mencapai US$ 142,2 miliar.
Penyakit mental diantaranya yaitu Alzheimer, Parkinson, Schizoprenia, depresi dan lainnya. Perkembangan obat terkini dan proses penyembuhan yang lama membuat penyakit ini menjadi penyakit dengan biaya pengobatan termahal diantara semua penyakit yang ada.

2. Penyakit jantung
Peningkatan biaya per tahun 5 persen. Total ongkos penanganan penyakit ini di Amerika telah mencapai US$ 123,1 miliar.
Penyakit jantung masih menjadi penyakit pembunuh nomor 1 di dunia. Hal ini disebabkan semakin banyak orang yang merokok dan meningkatnya pola hidup tidak sehat seperti makanan berkolesterol tinggi dan jarangnya olahraga.

3. Trauma
Peningkatan biaya per tahun 6 persen. Total ongkos penanganan penyakit ini di Amerika telah mencapai US$ 100,2 miliar.
Biaya pengobatan orang yang terkena trauma terus meningkat karena tiap kasus berbeda-beda cara pengobatannya. Selain itu alat-alat untuk mendiagnosis penyakit ini seperti Computed tomography scans cukup mahal harganya.

4. Kanker
Peningkatan biaya per tahun 7 persen. Total ongkos penanganan penyakit ini di Amerika telah mencapai US$ 99,4 miliar.
Kanker dengan biaya pengobatan termahal adalah kanker usus besar, kanker payudara, kanker paru-paru dan kanker prostat. Kunci dari menghindari penyakit ini adalah dengan menghindari merokok dan menjaga asupan makanan yang sehat.

5. Penyakit paru-paru
Peningkatan biaya per tahun 6 persen. Total ongkos penanganan penyakit ini di Amerika telah mencapai US$ 64,6 miliar.
Yang termasuk penyakit paru-paru diantaranya asma, emphysema (pembengkakan atau radang paru-paru) dan penyakit Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) lainnya.

6. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Peningkatan biaya per tahun 9 persen. Total ongkos penanganan penyakit ini di Amerika telah mencapai US$ 50,2 miliar.
Penyakit ini membutuhkan biaya yang cukup besar karena banyak dokter yang memberi obat dalam jumlah yang tak tanggung-tanggung pada pasiennya. Kualitas obat juga menentukan harganya. Jika saja obat hipertensi dibuat generiknya mungkin biaya penyakit ini bisa ditekan.

7. Osteoarthritis (radang sendi/rematik)
Peningkatan biaya per tahun 8 persen. Total ongkos penanganan penyakit ini di Amerika telah mencapai US$ 48 miliar.
Obesitas dan ukuran pinggang yang membesar adalah faktor yang memperbesar risiko penyakit ini. Obat-obatan mahal seperti Vioxx dan Celebrex yang muncul pada awal tahun 2000 menambah mahal biaya penyembuhan penyakit radang sendi ini. Pada tahun 2004, Vioxx ditarik dari pasaran karena memicu risiko serangan jantung.

8. Sakit punggung
Peningkatan biaya per tahun 9 persen. Total ongkos penanganan penyakit ini di Amerika telah mencapai US$ 40,1 miliar.
Pengeluaran untuk penyakit ini banyak dihabiskan untuk operasi. Ada juga obat-obatan mahal yang bersifat narcotic (membius) untuk mengatasi penyakit ini. Namun sebuah studi yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association mengatakan bahwa semua pengobatan mahal itu tidak membuat seseorang lebih baik.

9. Penyakit ginjal
Peningkatan biaya per tahun 13 persen. Total ongkos penanganan penyakit ini di Amerika telah mencapai US$ 35,9 miliar.
Penemuan teknik dialisis untuk penderita penyakit ginjal membuat penanganan penyakit ini mahal. Teknik dialisis adalah teknologi pertama yang sangat mahal dalam menangani penyakit ginjal.

10. Diabetes
Peningkatan biaya per tahun 8 persen. Total ongkos penanganan penyakit ini di Amerika telah mencapai US$ 35,8 triliun.
Hampir 24 juta orang Amerika terkena diabetes dan pemicunya tertingginya adalah obesitas. Penyakit diabetes bisa memicu penyakit-penyakit lainnya seperti jantung dan kanker. Namun karena penyakit-penyakit itu sudah berbeda lagi pengobatannya, maka penyakit diabetes sendiri tidak memakan biaya yang lebih tinggi dari penyakit jantung atau kanker.

source : detikhealth

0 komentar
Label:

Resep Kue Kismis

Hmm, artikel dibawah ini cocok banged nih buat teman-teman yang suka ngemil. hehe..
Daripada selalu membeli camilan, ada bagusnya, sekali-sekali teman-teman membuatnya sendiri...
Tidak terlalu sulit juga kok... Check it out...


Bahan:
150 g mentega
75 g gula bubuk
1 sdm susu cair
1/2 sdt esens vanili
100 g kismis dan sukade atau ceri
Ayak jadi satu:
210 g tepung terigu
1 sdm susu bubuk
1 sdt baking powder
1/4 sdt soda kue

Cara membuat:

  • Kocok mentega, gula, susu dan vanili hingga lembut.
  • Tambahkan campuran terigu,aduk rata.
  • Masukkan manisan buah, aduk rata.
  • Bentuk tiap 50 g adonan  menjadi bulat pipih.
  • Susun di loyang datar. Panggang dalam oven panas 180 C selama 25 menit.
  • Angkat dan dinginkan.
Untuk 10 buah
Source: detikfood.com

0 komentar
Label:

Jembatan Maaf....

Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerja sama yang akrab itu kini retak. Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.

Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. “Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan,” kata pria itu dengan ramah. “Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.”

“Oh ya!” jawab sang kakak. “Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ..ah sebetulnya ia adalah adikku. Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya.”

Kata tukang kayu, “Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang.”

Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu. Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.

Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.

“Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku.” kata sang adik pada kakaknya.

Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi. “Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,” pinta sang kakak.

“Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini,” kata tukang kayu, “tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan.”

0 komentar
Label:

..BELIEVE IT or NOT?!

IF
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
IS EQUAL TO
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

HARD WORK
H+A+R+D+W+O+R+K
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

KNOWLEDGE
K+N+O+W+L+E+D+G+E
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

LOVE
L+O+V+E
12+15+22+5 = 54%

LUCK
L+U+C+K
12+21+3+11 = 47%
(Don't most of us think this is the most important?)

Then what makes 100%?
Is it MONEY?... NO!!!
M+O+N+E+Y
13+15+14+5+25 = 72%

LEADERSHIP? ... NO!!!
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P
12+5+1+4+5+18+19+9+16 = 89%

Every problem has a solution, only if we perhaps change our attitude.
To go to the top, to that 100%,
what we really need to go further... a bit more...

ATTITUDE
A+T+T+I+T+U+D+E
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

It is OUR ATTITUDE towards Life and Work that makes OUR Life 100%!!!

ATTITUDE IS EVERTHING

Change Your Attitude...
And You Change Your Life!!!

Now that you know the answer...
WHAT WILL YOU DO ABOUT IT ?

THE LEAST YOU CAN DO IS TO SHARE THIS MESSAGE WITH THOSE YOU CARE

0 komentar
Label:

7 kata "UP" untuk SUKSES

Hi Friends... Saya sangat terberkati dengan artikel yang saya temukan didalam Facebook beberapa hari ini. Salah satunya adalah artikel di bawah ini. 7 kata UP untuk menuju sukses... Ngga usah ber-panjang-panjang lagi... Check it out!

1. Wake UP (Bangun)
Tidak peduli berapa banyak kali Anda gagal, tetapi jika Anda lebih banyak bangun dan memulai lagi Anda akan sukses.

2. Dress UP (Berhias)
Kecantikan dari dalam jauh lebih penting daripada sekedar hiasan luar yang sementara. Milikilah mentalitas berkelimpahan, hasil dari suatu harga diri dan rasa aman yang dalam. Mentalitas ini menghasilkan kesediaan untuk berbagi penghormatan, laba dan tanggung jawab.

3. Shut UP (Berhenti berbicara)
Berhentilah berbicara tentang kesuksesan masa lalu. Sudah saatnya memfokuskan diri untuk kesuksesan masa depan.

4. Stand UP (Berdiri)
Berdirilah teguh pada keyakinan awal bahwa Anda pasti berhasil.

5. Look UP (Pandanglah)
Saat peresmian Disney Land, seorang wartawan bertanya kepada istri Walt Disney, "Bagaimana perasaan Bapak kalau melihat impiannya telah menjadi kenyataan dengan dibukanya Disley Land ini ?"
Istri Walt Disney menjawab, "Ia telah melihat ini semua terjadi jauh sebelum project ini terbentuk."
Lihatlah semua impian Anda dalam imajinasi Anda seakan-akan semuanya telah terjadi.

6. Reach UP (Capailah)
Capailah sesuatu yang lebih tinggi dari prestasi sebelumnya karena ini menandakan bahwa Anda memang bertumbuh.

7. Lift UP (Naiklah)
Naikkan semua impianmu dalam bentuk doa ucapan syukur seakan-akan semua telah terjadi.

Source: Facebook

0 komentar
Label:

...Kisah Botol Acar

Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orangtuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu, mengagumi keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.

Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap. "Karena koin-koin ini kau tidak perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu." Setiap kali menyorongkan kotak kardus berisi koin itu ke kasir bank, Ayah selalu tersenyum bangga. "Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku."

Pulang dari bank, kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku. "Sampai di rumah, kita isi botol itu lagi."

Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami saling berpandangan sambil tersenyum. "Kau akan bisa kuliah berkat koin satu penny, nickle, dime, dan quarter," katanya. "Kau pasti bisa kuliah. ayah jamin."

Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi. Botol acar itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana. Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat botol acar itu biasa di letakkan.

Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat, ketekunan, dan keyakinan. Bagiku, botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.

Setelah menikah, kuceritakan kepada Susan, istriku, betapa pentingnya peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku, botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi botol acar itu dengan koin. Bahkan di musim panas ketika ayah diberhentikan dari pabrik tekstil dan Ibu terpaksa hanya menyajikan buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah di ambil dari botol acar itu. Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya sedikit, Ayah semakin meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku. "Kalau kau sudah tamat kuliah," katanya dengan mata berkilat-kilat, "kau tak perlu makan buncis kecuali jika kau memang mau."

Liburan Natal pertama setelah lahirnya putri kami Jessica, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka. Jessica menangis lirih. Kemudian Susan mengambilnya dari pelukan Ayah. "Mungkin popoknya basah," kata Susan, lalu di bawanya Jessica ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.

Susan kembali ke ruang keluarga dengan mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Jessica ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar. "Lihat," katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah di singkirkan, berdiri botol acar yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin.

Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin. Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Jessica dan tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan. Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami tak kuasa berkata-kata.

0 komentar