Don't Be Afraid to Fail

Thursday, September 10, 2015

Don't Be Afraid to Fail


Tahukah kalian bagaimana kertas Post-it tercipta? Sebenarnya, kertas yang kini populer sebagai memo pribadi dan antar departemen ini awalnya adalah produk gagal. Sebuah perusahaan lem sedang berusaha untuk menciptkan lem jenis baru. Namun, eksperimen mereka gagal. Yang mereka hasilkan justru satu jenis lem yang tidak bisa melekat kuat di atas lapisan apapun, bahkan kertas pun tidak rusak karenanya. Produk gagal ini bisa saja dibuang, tetapi seseorang akhirnya berhasil menjadikannya (batu sandungan) sebagai batu pijakan.

Kegagalan adalah masa-masa yang tidak menyenangkan. Karena gagal menjadi anggota dewan, orang bisa jadi gila. Karena gagal dalam percintaan, orang bisa bunuh diri. Lalu, apakah kegagalan-kegagalan lain yang mungkin kita alami akan membawa kita pada akhir yang buruk seperti mereka?

Yakub bisa saja lelah, kesal, mogok ketika Laban sering mencuranginya dan memberikan Lea bahkan setelah ia bekerja keras 7 tahun lamanya. Tapi, tidak. Ia tahu apa tujuannya. Yusuf pun bisa saja menghujat Allah karena segala hal buruk yang dialaminya. Tetapi, tidak. Ia kenal siapa Allahnya. Meski gagal itu menyakitkan, kita harus tetap bangkit. Kenanilah Allah dan ingatlah tujuan-Nya bagi kita; bukan kecelakaan tetapi damai sejahtera (Yeremia 29:11). Kalau kita meyakini kebenaran ini, tidak ada kegagalan yang dapat menghentikan kita untuk maju, karena kita tahu, Allah sedang maju dan bekerja bersama-sama kita.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Roma 8:28

0 komentar :

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.