...Untuk Mereka

Tuesday, September 15, 2015

...Untuk Mereka


John masih berlari mengelilingi lapangan sekolah ketika meskipun jam sekolah telah lama berlalu. Tiba-tiba seorang guru mendekatinya dan berbincang dengan John setelah John selesai berlari.

“Kau biasa melakukannya setelah selesai jam belajar?”

“Iya pak. Dan biasanya saya melakukannya sebanyak 20 kali putaran.”

“Apa kau bisa melakukannya sebanyak 50 kali putaran besok?”

“Tentu saja.”

Pada esok harinya, guru itu datang dengan membawa sekotak cokelat. Guru itu menawarkan kepada salah satu siswanya, “Apa kau mau cokelat?”. Siswapun menjawab, “Aku mau.” Sebelum memberikan cokelat itu, guru itu bertanya kepada John, “Maukah kau berlari mengelilingi lapangan sekolah 1 kali putaran untuk cokelat yang diinginkan oleh temanmu?”. John menjawab, “Akan saya lakukan!”

John pun berlari 1 putaran kemudian duduk. Lalu guru itu bertanya kepada seluruh siswanya, “Apa kalian juga menginginkan cokelat?” Sebanyak 49 siswa mengangkat tangannya dan bersorak.

“John, apa kau mau berlari 49 putaran demi cokelat milik teman-temanmu?”

“Ya, saya akan berlari untuk mereka.”

John pun berlari dengan kecepatan yang penuh. Sampai pada putaran yang ke-30, John terlihat kelelahan. John terlihat sedang berjalan dan sesekali berhenti. Semua siswa sangat terharu melihat John kelelahan. Ketika berhasil melalui 49 putaran, John tetap berada di lapangan.

Sang guru masih memiliki 10 cokelat lagi dan mulai menawarkannya kepada siswa yang lain. “Kami tidak bisa menerima cokelat itu, karena John sudah tidak mampu lagi untuk berjalan.”

Dari kejauhan John pun berteriak, “Aku akan melakukannya untuk kalian!”

John mulai berdiri, dia berjalan perlahan. Putaran ke-52 berhasil ia lalui, sampai pada akhirnya ia terjatuh. “John, apa kau menyerah?” tanya gurunya. “Tidak! Aku akan mengelilinginya 8 kali lagi!”

Semua terkejut ketika John mulai merangkak dan menggeser tubuhnya secara perlahan. Banyak siswa yang menangis melihatnya. John telah berhasil menyelesaikan 60 putaran dan tubuhnya mulai tak bergerak karena kelelahan. Beberapa siswa laki-laki menggendongnya dan memindahkannya ke ruang kelas.

“Cokelat itu adalah hadiah terbaik yang telah John berikan untuk kalian semua. Dan sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, bahwa John akan bertanggung jawab untuk semua cokelat-cokelat itu. Hanya John yang telah berhasil mendapatkan nilai sempurna dariku. Kalian harus menghargai kerja keras John. Sama seperti Yesus, yang dengan rela menanggung semua dosa kalian dan memberikan hadiah keselamatan kepada kalian. Apakah kalian mau menerima cokelat itu atau akan membuangnya?”

Yesus rela menanggung semua dosa kita dan mengalami banyak sekali penyiksaan. Yesus tidak pernah mengeluh atau menyerah di tengah jalan ketika menyelesaikan misi-Nya. Bagi-Nya, kita sangatlah berharga, bahkan Dia rela serahkan tubuh dan nyawa-Nya. Mampukah kita menjaga “hadiah” dari Yesus?

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya

Yohanes 10:11

0 komentar :

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.