Musim Kehidupan

Thursday, March 24, 2016

Musim Kehidupan


Setiap musim di hidup kita memiliki keindahan apabila kita dapat melihat tujuan dari musim itu (Pengkothbah 3:1,2,11). Dalam keadaan sulit pun sesungguhnya Tuhan memiliki rancangan. Tidak ada yang kebetulan! Dia memiliki maksud dalam segala hal. Ada musim untuk menabur dan ada musim untuk menuai.
Musim Menanam

1. Menggemburkan tanah
Seorang petani yang hendak menanam harus terlebih dahulu menggemburkan tanah. Dalam musim ini, kita harus menyingkirkan segala hal yang menghambat kita bertumbuh, seperti kekerasan hati kita, kepahitan, serta kekhawatiran. Kekhawatiran membuat kita menjadi seorang yang ingin mengendalikan segala sesuatu, termasuk orang lain. Kita harus belajar mengijinkan Tuhan bekerja.

2. Melepaskan benih
Saat kita melepaskan benih, kita mungkin merasa kehilangan. Kita harus merelakan benih itu ditanam meskipun kita tidak merasa nyaman. Kita harus menunggu benih itu bertumbuh. Bersabarlah dan jangan ambil jalan pintas! Belajarlah dari Daud yang meskipun memiliki kesempatan untuk mempercepat perjalanannya menjadi raja, tetap memilih untuk tidak memaksakan waktunya (1 Samuel 24:4-8). Ada waktu-waktu di mana kita harus menunggu dan tidak memaksakan sesuatu terjadi.

Musim Pertumbuhan
1. Jagalah telinga dari perkataan negatif!
Saat pertumbuhan terjadi namun buah belum muncul, akan banyak tanggapan yang mungkin negatif dari sekitar kita. Komentar mulai bermunculan karena perubahan di diri kita. Berhentilah untuk menyenangkan hati semua orang.

2. Fokus pada Firman Tuhan!
Saat banyak tekanan dari sekitar kita, yang perlu kita lakukan adalah berpegang teguh pada Firman Tuhan (Mazmur 1:1).

Musim Menuai
1. Jangan berfokus pada diri sendiri!
Jika kita ingin menuai, mulailah untuk tidak berpusat pada kepentingan kita sendiri.

2. Tetaplah berbuat baik! (Galatia 6:9)
Masalah dapat menghentikan kita sementara, namun diri kita sendirilah yang dapat menghentikan kita selamanya.

Saat kita dengan setia menanti, kita akan mendapatkan tuaian: (Mazmur 105:17-23)
1. Identitas baru
2. Otoritas baru
3. Persediaan baru
4. Hikmat yang baru
5. Hubungan yang baru

Mulailah berbuat baik di keluarga Anda lebih dahulu, lalu pada komunitas Anda, dan akhirnya pada semua orang! Dunia ini membutuhkan kita! Contoh yang jelas dapat kita lihat pada Yusuf yang dijuluki Zafnat-Paaneah oleh dunia, yang berarti Tuhan hidup, Tuhan berbicara! (Kejadian 41:45)

Oleh: Ps.Markus Simanjuntak


http://bacakotbah.blogspot.co.id/2010/04/ms-berkat-di-setiap-musim-kehidupan.html

0 komentar :

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.